Menempa Resiliensi Generasi Pancasila Dalam Puncak BINTALSIK Tahun Ajaran 2025-2026

Penulis: Angela Nindi Jenica, S.Pd.

SMA Dominikus secara resmi menutup rangkaian panjang Pembinaan Mental dan Fisik (BINTALSIK) Tahun Ajaran 2025-2026 pada hari Senin, 9 Januari 2026 ini. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 10.30 WIB tersebut menjadi momen penting dalam membentuk karakter murid yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki resiliensi yang tinggi dan karakter luhur sesuai profil Pelajar Pancasila.

Rangkaian Bintalsik ini merupakan program sekolah yang berfokus pada pembentukan karakter murid. Dimulai dengan BINTALSIK semester ganjil yang dilaksanakan pada tanggal 9 Januari 2025. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari penuh oleh Bapak Ibu Binmas Polres Gunungkidul. Disusul dengan penguatan relasi keluarga dan parenting melalui Dominic Parent Gathering pada 29 Agustus 2025. Selanjutnya ditutup dengan puncak kegiatan BINTALSIK hari ini. Kolaborasi erat dengan Polres Gunungkidul menjadi kunci keberhasilan program ini, di mana hari ini kami kehadiran Bapak Edi, Bapak Dwi, Bapak Taofik, dan Bapak Bona dari tim Binmas memberikan warna kedisiplinan yang humanis.

Kegiatan diawali dengan Spirit Morning dan senam bersama “Anak Indonesia Hebat” yang memacu semangat tiap murid. Setelah itu, tim Binmas Polres Gunungkidul mengambil alih penuh kegiatan dengan sesi lari pagi dan latihan fisik. Seluruh murid diajak untuk berlari di area lingkungan sekolah. Kegiatan berjalan dengan baik dan sorak kebersamaan murid terasa menggelora terutama selama berlari yang dibarengi bernyanyi.  Dalam pembentukan karakter ini, Bapak Bona menegaskan bahwa karakter dimulai dari hal kecil seperti rasa cinta dengan almamater. Kegiatan dilanjutkan dengan latihan fisik saat sampai di halaman SMA Dominikus Wonosari. Dalam rasa lelah yang murid-murid rasakan, terdapat tekat motivasi yang tinggi untuk bertahan hingga karakter terbentuk optimal.

Acara berlanjut ke sesi “Ruang Dialog”. Pada diskusi ini guru, murid, dan pihak kepolisian berdialog interaktif mengenai korelasi antara pembinaan fisik dan mental terhadap pembentukan karakter anak. Terutama untuk menghindari potensi menjadi korban dan pelaku dalam kekerasan yang sedang marak terjadi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Poin utama yang ditekankan adalah bagaimana kedisiplinan diri menjadi perisai utama untuk menghindari perilaku negatif dari kekerasan di lingkungan sekitar. Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa setiap masyarakat berhak mendapatkan perlindungan dari kekerasan melalui aduan telfon 110 yang selama 24 jam bersedia menolong.

Hingga akhirnya kegiatan BINTALSIK ini ditutup dengan meriah berupa kesan dan pesan dari murid SMA Dominikus Wonosari. Rangkaian ini adalah puncak dari program pembinaan Mental dan Fisik bersama Binmas Polres Gunungkidul Tahun Ajaran 2025-2026 yang selaras dengan semangat Dominikan: Utuh, Cerdas, dan Cinta Kebenaran. Melalui pembinaan yang seimbang antara fisik dan mental, diharapkan murid SMA Dominikus tumbuh menjadi pribadi yang resilien yaitu mampu bangkit dari tantangan dan konsisten mempraktikkan nilai kebenaran.

Kegiatan yang berjalan lancar dan kondusif ini bukan sekadar penutup agenda tahunan, melainkan awal baru bagi para murid untuk mengimplementasikan karakter tangguh tersebut dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, beradab, dan penuh empati.