Penulis: Rr. Wara Iswandari, S.TP., M.Pd.
Sebagai bekal dalam kepemimpinan OSIS, pengurus OSIS periode 2025 -2026 telah mengikuti Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) selama dua hari pada tanggal 17 -18 Oktober 2025. Dalam kegiatan selama dua hari ini, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan teoritis tentang konsep kepemimpinan, tetapi juga diberi ruang untuk mengalami langsung proses memimpin melalui aksi nyata. Dengan tema “Menjadi Pribadi yang Bertumbuh”, kegiatan ini dirancang agar siswa memahami bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya tentang memerintah atau tampil dominan, melainkan tentang kemampuan berproses, belajar, dan berkembang bersama orang lain.
Hari pertama difokuskan pada penguatan konsep leadership. Peserta menerima materi tentang kepemimpinan dari berbagi sisi, yaitu kepemimpinan Dominikan, kepemimpinan berdasarkan falsafah Jawa, berani bersuara dalam tindakan nyata, kepemimpinan berdasarkan nilai nilai universal dari Jhon C.Maxwell dan Dale Carnegie serta dihubungkan dengan visi misi SMA Dominikus Wonosari.
Kepemimpinan Dominikan disampaikan oleh Sr. Reinildis Op, S.Ag, menyampaikan bahwa Kepemimpinan Dominikan yang khas adalah Primus Inter Pares – yang pertama diantara yang setara- dimana menggambarkan posisi seorang pemimpin yang secara formal setara dengan kolega-koleganya, namun memegang peran utama dalam kelompok tersebut. Penerapan dari kepemimpinan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kepemimpinan dan kesetaraan, pengambilan keputusan berdasarkan semangat demokrasi. Kepemimpinan berdasarkan falsafah Jawa disampaikan oleh Rosa Adista Septi Andini, S.Pd, memberikan sosok pemimpin menurut falsafah Jawa yaitu karakter bijaksana, jujur, peduli, tanggungjawab, andhap asor (rendah hati) , tepo sliro (belarasa), nrimo (menerima apa adanya) dan tansah eling ( selalu ingat kepada Tuhan). Menjadi seorang muda yang berani bersuara dengan kolaborasi nyata menjadi pelopor kemajuan sekolah merupakan inti yang disampaikan sekaligus ajakan dari narasumber Angela Nindi Jenica, S.Pd. Kepemimpinan berdasarkan nilai – nilai universal Jhon C. Maxwell dan Dale Carnegie disampaikan oleh Wara Iswandari, S.TP, M.Pd, kepemimpinan menurut Maxwell berorientasi pada struktur perkembangan pemimpin, pengaruh, dan pemberdayaan orang lain. Sementara itu, Carnegie berfokus pada hubungan interpersonal, komunikasi, dan motivasi manusia. Keduanya menekankan bahwa kepemimpinan merupakan proses membangun pengaruh positif untuk menumbuhkan potensi individu dan menciptakan dampak yang berkelanjutan. Visi dan Misi SMA Dominikus Wonosari yang disampaikan Yuan Retnati, S.Pd menekankan pada renca aksi nyata mewujudkan visi dan misi di sekolah. Semua nilai – nilai tersebut saling mendukung satu sama lain untuk mewujudkan seorang pribadi pemimpin yang bertumbuh

Hari kedua diarahkan pada praktik langsung dalam bentuk aksi nyata. Peserta dibagi dalam kelompok kecil dan melaksanakan mini projek. Mini projek ini meliputi Togelan (Together Lunch), Soleh (Society Leadership), dinamika kelompok. Kegiatan Togelan (Together Lunch) merupakan kegiatan makan bersama dimana masing- masing anggota dalam kelompok memiliki tanggungjawab untuk membawa makanan untuk disajikan sebagai makan siang. Fokus kegiatan ini adalah kepedulain terhadap orang, membangun kebersamaan dan tanggungjawab. Soleh (Society Leadership), peserta diterjunkan ke Pasar Argosari untuk membantu pedagang berjualan. Kegiatan ini memfokuskan peserta untuk memilik keberanian berbicara dan mengambil inisatif. Salah satu peserta menyatakan bahwa kegiatan Soleh menarik dan membuka wawasannya betapa sulitnya bekerja untuk mendapatkan uang.

Melalui dua hari kegiatan LKTD ini, peserta memahami bahwa menjadi pribadi yang bertumbuh memerlukan proses panjang dan konsisten. Kepemimpinan tidak terbentuk dalam sehari, tetapi melalui pengalaman yang menantang, hubungan dengan orang lain, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri. Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai tanggung jawab, integritas, dan kolaborasi dalam diri setiap peserta, sehingga mereka tidak hanya menjadi pemimpin OSIS yang kompeten, tetapi juga pribadi yang membawa dampak positif di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Dengan selesainya kegiatan ini, para calon pemimpin muda diharapkan mampu melangkah lebih percaya diri, lebih peka terhadap kebutuhan orang lain, serta lebih matang dalam bersikap. Mereka telah memulai perjalanan menjadi pribadi yang bertumbuh—sebuah perjalanan yang akan terus berlanjut sepanjang hidup mereka.
