Penulis: Rosa Adista Septi Andini, S.Pd.
Mengusung semangat pelayanan dan kebersamaan, SMA Dominikus Wonosari ambil bagian dalam rangkaian Lustrum IV Paroki Santo Petrus dan Paulus Kelor, Gunungkidul. Minggu, 3 Mei 2026 adalah salah satu rangkaian kegiatan dalam acara tersebut. Diawali dengan Perayaan Ekaristi pukul 07.00–08.30 WIB, Romo Markus Januharka, Pr. menyampaikan pesan peneguhan “Jangan Khawatir, kamu percayalah pada Allah”.

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), Romo Markus Januharka, Pr. yang akrab dipanggil dengan Romo Nanung ini menyampaikan rasa keprihatinannya atas keberadaan sekolah-sekolah katolik di wilayah Gunungkidul. Beliau berpesan sekolah katolik adalah milik umat katolik maka menjadi tanggungjawab kita semua umat katolik. Pesan ini menjadi kekuatan bagi seluruh umat, termasuk keluarga besar SMA Dominikus Wonosari, untuk terus setia menjalankan misi pendidikan Katolik di tengah tantangan zaman.


Usai misa, suasana semakin meriah dengan Pentas Seni dan Edufair pukul 08.30–10.00 WIB. SMA Dominikus Wonosari berpartisipasi aktif dengan menampilkan stand pendidikan dan menampilkan tarian kreasi oleh siswa. Edufair menjadi ajang berbagi praktik baik antar sekolah Katolik se-Paroki Kelor sekaligus menunjukkan identitas SMA Dominikus yang utuh, cerdas, dan cinta Kebenaran.

Kegiatan dilanjutkan Seminar Sejarah Misi Pendidikan di Keuskupan Agung Semarang pukul 10.00-12.00 WIB bersama Romo Yohanes Wahyu Rusmana, Pr. Dalam seminar, Romo Yohanes Wahyu Rusmana, Pr. menegaskan misi gereja dan pendidikan wajibnya berjalan beriringan menurut 3 kriteria yaitu promosi manusia, dialog antar budaya yang artinya sekolah menjadi tempat dimana iman bertemu dengan modernitas, dan pelayanan untuk kebaikan bersama (Bonum Comune) yang artinya pendidikan katolik menawarkan diri sebagai kontribusi untuk membangun masyaratakat yang lebih adil dan bersaudara.
Pada sesi diskusi Romo juga menegaskan bahwa cara studi pada masa Romo Franciscus Van Lith tidak bisa diterapkan secara keseluruhan pada masa kini. Sebaiknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi pada masa kini, supaya penerapannya pas.
Lustrum IV Paroki St. Petrus dan Paulus Kelor menjadi momentum syukur dan refleksi bagi SMA Dominikus Wonosari untuk semakin konsisten menghadirkan pendidikan yang berakar pada nilai Injil, berkarakter Dominiksn, dan relevan bagi masyarakat.
