SMA DOMINIKUS WONOSARI BAGIAN DARI TRANSFIGURASI YAYASAN SANTO DOMINIKUS DALAM IN HOUSE TRAINING 2026

Penulis: Angela Nindi Jenica, S.Pd.

Yayasan Santo Dominikus menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 16 hingga 18 April 2026. Bertempat di Pusat Pastoral Sanjaya (PPS) Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi penguatan sinergi antar unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Santo Dominikus (YSD).

Kegiatan berskala nasional ini dihadiri oleh jajaran Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah dari seluruh cabang Yayasan Santo Dominikus, yang meliputi cabang Yogyakarta, Purwokerto, Cimahi, Cirebon, dan Sekolah Veritas. Kehadiran para pimpinan sekolah ini mencerminkan semangat persaudaraan Dominikan yang kuat dalam memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.

Peserta yang hadir terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas:

  • Cabang Yogyakarta: Menghadirkan unit Pelangiku Daycare (Kota Yogyakarta), TK dan SD Fatima Rawa Seneng (Temanggung), SD dan SMP Joannes Bosco (Kota Yogyakarta), serta SMA Dominikus (Wonosari, Gunungkidul).
  • Cabang Purwokerto: Terdiri dari TK dan SD Santa Maria, TK dan SD Santo Yosef, serta SMP Susteran.
  • Cabang Cirebon: Meliputi unit TK, SD, SMP, hingga SMA Santa Maria Cirebon.
  • Cabang Cimahi: Diwakili oleh TK Santa Theresia, SD Santo Yusuf, SD Santa Maria Cimahi, dan SMP Santo Mikael.
  • Sekolah Veritas: TK SD Veritas Bogor (Playen, Gunungkidul) dan TK SD Veritas Pondok (Yogyakarta).

Dalam pengarahannya, Ketua Yayasan Santo Dominikus, Suster Maria Albertine, OP., M.Pd., menekankan pentingnya transformasi dalam karya pendidikan Dominikan. Beliau mengajak seluruh pimpinan sekolah untuk merefleksikan kembali karisma Pater Dominikus Van Zeeland sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman.

Momentum IHT ini juga menjadi ajang sosialisasi Visi baru Yayasan Santo Dominikus, yaitu:

“Penyelenggara Pendidikan Yang Mewujudkan Pribadi Pembelajar: Utuh, Cerdas, dan Cinta Kebenaran.”

Visi tersebut diharapkan menjadi kompas bagi setiap unit sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang siswa secara holistik. Selaras dengan visi tersebut, yayasan juga meluncurkan moto baru: “Upgraded, Responsive, Good Service”.

Moto ini menjadi mandat bagi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk terus meningkatkan kapasitas diri (upgraded), peka terhadap perkembangan kebutuhan siswa dan zaman (responsive), serta memberikan pelayanan terbaik (good service) bagi masyarakat.

Dalam kegiatan IHT 2026 ini, setiap unit karya pendidikan YSD diminta untuk membuat buku Sejarah berdirinya sekolah. SMA Dominikus membuat karya buku berjudul “Perjalanan 37 Tahun SMA Dominikus: Menjaga Veritas, Menuai Pemimpin Masa Depan”. Buku ini dapat dilihat melalui website SMA Dominikus bagian Sejarah atau klik link berikut https://smadominikus.sch.id/sejarah-singkat/ .

Salah satu agenda yang paling dinantikan dalam IHT kali ini adalah pengumuman lomba membuat video kreatif berdasarkan lagu-lagu Dominikan. Dalam kompetisi ini, SMA Dominikus Wonosari berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar nominasi Best Concept.

Kemenangan ini diraih melalui interpretasi visual yang mendalam atas lagu berjudul “Keteduhan Hati”, sebuah karya kolaboratif dari Tatas, Susana, Veronica, Sr. Theresita, OP., dan Sr. Paskalia, OP. Video yang sarat makna ini disunting oleh Dorothea Pane Melia, siswi SMA Dominikus yang bertindak sebagai editor video.

Video ini dapat dilihat melalui sosial media Instagram SMA Dominikus Wonosari atau link link berikut https://www.instagram.com/reel/DXQqHrMkyhD/?igsh=bDBxZmxmam5hczRw .

Keberhasilan meraih penghargaan ini tidak lepas dari kerja keras tim di balik layar. Produksi lagu “Keteduhan Hati” ini melibatkan talenta-talenta berbakat dari internal sekolah:

  • Vokalis: Dibawakan dengan apik oleh Novelia Cristiani, Dwi Putri Salamao, Elisabeth Bongi Hayong, dan Carolina Putri S. Zai.
  • Pelatih Vokal: Ibu Yuliana Wijareni Suci Andarwani.
  • Arranger: Bapak Felix Avi.
  • Audio Engineer: Bapak Alexander Puji Lestanto.

Sebagai bentuk nyata dari semangat transformasi, setiap unit sekolah diminta menyusun Program Transfigurasi Karya Pendidikan. Dalam kesempatan ini, SMA Dominikus Wonosari meluncurkan program pemberdayaan kewirausahaan berbasis lingkungan yang diberi nama Ecofarm.

Program ini berfokus pada pembudidayaan ikan lele yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Tidak hanya berfokus pada budidaya, Ecofarm juga menerapkan sistem circular economy dengan mengolah kotoran ikan lele menjadi pupuk organik untuk tanaman pangan. Hasil akhir dari program ini adalah pengolahan ikan lele menjadi produk kuliner siap jual.

Rancangan program ini didasarkan pada analisis sosial ekonomi masyarakat Gunungkidul yang memiliki budaya kuliner kuat pada menu “sambelan”—nasi hangat, ikan goreng, dan sayur. Melalui Ecofarm, sekolah berupaya memberikan bekal keterampilan kewirausahaan yang menjanjikan bagi peserta didik, khususnya bagi mereka yang memiliki kendala untuk langsung melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Melalui program transfigurasi seperti Ecofarm, SMA Dominikus berharap dapat menjadi unit karya pendidikan yang mampu mencetak lulusan berkecakapan tinggi sekaligus menjadi pewarta kebenaran di tengah tantangan zaman yang dinamis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *