Penulis: Angela Nindi Jenica, S.Pd.

Sebagai upaya membentengi karakter Dominikan muda di tengah maraknya idola di sosial media, SMA Dominikus Wonosari melaksanakan kegiatan rekoleksi pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 – 14.00 WIB dan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI di ruang Fra Angelico, SMA Dominikus Wonosari.
Tahun ini, rekoleksi mengusung tema yang sangat relevan dengan realitas remaja “Yesus Idolaku dari Waktu ke Waktu”. Tema luar biasa ini diangkat dan dibawakan oleh Frater Kristophorus Mikoyan Eko Ardianata. Melalui tema tersebut, sekolah berusaha menghadirkan kembali sosok Yesus sebagai figur yang tetap “nyentrik” dan relevan di zaman sekarang, menggeser dominasi artis atau figur publik yang belum tentu memiliki karakter baik untuk diteladani.

Suasana rekoleksi berubah menjadi penuh haru ketika para siswa diajak menyaksikan film Miracle in Cell No. 7. Air mata tak terbendung, baik dari siswa putra maupun putri, saat menyaksikan kisah perjuangan seorang ayah dengan keterbelakangan mental yang difitnah dan harus terpisah dari putri kecilnya di dalam penjara.
Film ini sengaja dipilih untuk menggambarkan peran seorang ayah sebagai idola sejati. Karakter sang ayah yang penuh kasih, tulus, dan berkorban dinilai sangat merepresentasikan sikap Yesus yang selalu mengajarkan kasih tanpa batas kepada sesama.

Kegiatan rohani yang padat makna ini diakhiri dengan sesi refleksi kelompok, di mana para siswa saling berbagi pesan moral dan berkomitmen untuk menjadikan Yesus sebagai idola utama dalam kehidupan sehari-hari.
