Candle in the Wind: Menjadi Terang di Tengah Badai Kehidupan

Penulis: Fricilla Marcilianty Supono (Kelas XII)

Pada tanggal 28 Januari 2026, SMA Dominikus Wonosari memulai retreat nya, dan pergi keRumah Pertapaan, Temanggung, Rawaseneng, retreat ini akan berlangsung selama tigahari, dimana anak-anak kelas XII dapat ditempa disini dan diajak berproses bersama untuk menguatkan iman. Retreat ini menjadi salah satu momen penting bagi siswa kelas XII SMADominikus Wonosari dalam menutup perjalanan mereka di bangku SMA. Dengan mengusungtema “Candle in the Wind”, retreat ini mengajak para peserta untuk menengok kembali perjalanan hidup yang telah dilalui, merefleksikannya, dan mempersiapkan diri melangkahmenuju masa depan dengan hati yang lebih kuat dan terang.

Retreat ini dilaksanakan di Pertapaan Temanggung, Rawaseneng, sebuah tempat yangmeskipun terpencil, namun menyuguhkan ketenangan dan keindahan yang luar biasa. Kegiatanini didampingi oleh Suster Reinildis OP selaku koordinator retreat, Ibu Jenica sebagai perwakilan guru mata pelajaran, serta Pak Bryan sebagai wali kelas XII. Selain itu, kami jugaberkesempatan bertemu dan dibersamai oleh para Suster OP, serta Romo OSCO yang denganpenuh kasih mendampingi setiap proses selama retreat berlangsung.

Sejak hari pertama, kami disambut dengan hangat oleh para Suster. Dalam sesi pembukaan yang dipimpin oleh Suster Emerita OP, kami diajak untuk memahami makna tema CandleintheWind: menjadi pribadi yang kuat, layaknya lilin yang tetap menyala meskipun ditiup angin. Tidakhanya menyinari diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi terang bagi orang lain, bahkan dalamsituasi yang penuh kegelapan. Setiap malam, kami diajak untuk melakukan kontemplasi sederhana, dimana kita semua merenungkan peristiwa yang terjadi sepanjang hari dan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas setiap proses yang kami jalani.

Hari kedua menjadi salah satu hari yang paling berkesan. Bersama Romo Daniel OSCO, kami memulai hari dengan berbagai permainan yang membangun kebersamaan, dilanjutkan dengankegiatan hiking. Awalnya, kami mengira perjalanan ini akan berjalan biasa saja. Namun, kenyataannya jalur yang kami lalui cukup terjal dan menantang. Setiap langkah mengajarkanbahwa kesalahan dalam memilih jalan dapat membuat kita terjatuh, itu semua merupakansebuah gambaran nyata dari perjalanan hidup.

Romo Daniel OSCO mengajak kami untuk merefleksikan pengalaman tersebut dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari, sembari mengajak kami menyapa alamyangbegitu indah. Kami disuguhkan pemandangan padang rumput yang luas, air terjun yangmemukau, serta perjuangan untuk mencapai puncak tertinggi meskipun sempat hampir terjatuh. Dari perjalanan ini, kami belajar arti kebersamaan yang sesungguhnya, bagaimana temanberubah menjadi saudara, saling menguatkan, membantu, dan berjalan bersama hingga tujuan tercapai.

Pada sore harinya, kami merefleksikan kembali seluruh proses hiking yang telah dilalui. Tawa dan canda memenuhi suasana ketika melihat kembali perjuangan luar biasa para siswakelas XII. Momen ini semakin bermakna karena Suster Reinildis OP turut mendampingi kami selama hiking. Dari sini, kami belajar satu pesan penting: “jadilah cahaya bagi orang lainyangmembutuhkan”, karena setiap kebaikan yang kita lakukan pada akhirnya akan kembali kepadakita dengan cara yang indah.

Kegiatan dilanjutkan dengan ibadah bersama para Romo OSCO yang berlangsung dengan sangat khusyuk. Kami juga diberi kesempatan untuk menyampaikan isi hati serta melakukanpengakuan dosa kepada Romo dan Suster yang hadir. Diharapkan, setiap beban pikirandanpergumulan batin yang dibawa dapat dilepaskan sebelum kami kembali dari Pertapaan Temanggung.

Masih di hari kedua, kami kembali dibersamai oleh Suster Emerita OP dalamsesi yangbegitu menyentuh. Kami diajak untuk membuka hati, meminta maaf kepada siapa pun yangmungkin pernah kami sakiti, serta saling menyemangati satu sama lain. Momen ini menjadi saat yang sangat emosional dan penuh kehangatan, menjadikan hari kedua sebagai kenanganyang tak akan terlupakan.

Pada hari terakhir, kami memulai pagi dengan kontemplasi bersama Suster Emerita OP, menikmati keheningan dan udara segar pagi hari yang menenangkan. Selanjutnya, bersamaRomo Daniel OSCO dan Suster Emerita OP, kami merefleksikan seluruh perjalanan retreat selama tiga hari. Banyak ungkapan rasa terima kasih, disertai perasaan lega karena bebanpikiran yang selama ini terpendam seolah dilepaskan. Kami menyadari bahwa proses yang kami jalani memberikan makna yang begitu dalam dan menjadi bekal berharga untuk melangkahkemasa depan. Hari terakhir ditutup oleh ibadah yang dipimpin oleh Romo Daniel OSCO, sebagai kenang-kenangan dari SMA Dominikus Wonosari memberikan suatu cendramata kepadaRomoDaniel OSCO serta Suster Emerita OP, yang diikuti oleh ucapan terimakasih dan salamperpisahan oleh perwakilan salah satu siswi dari SMA Dominikus Wonosari.

Retreat Candle in the Wind mengajarkan kami untuk tetap menjadi terang, tidak hanyabagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Meski badai dan angin kehidupan menghadang, tetaplahkuat dan menyala. Dengan iman yang teguh, kami percaya bahwa Tuhan tidak akan pernahmembiarkan kita jatuh, melainkan selalu menuntun kita menuju masa depan yang lebih baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *