Penulis: Rosa Adista Septi Andini, S.Pd.

Karya Tulis Ilmiah (KTI)adalah suatu tulisan yang disusun secara sistematis dan berdasarkan kaidah ilmiah untuk membahas suatu permasalahan tertentu dengan menggunakan metode penelitian yang jelas serta didukung oleh data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. KTI bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, dan analitis penulis dalam mengkaji suatu fenomena. Dalam konteks pendidikan, karya tulis ilmiah sering dijadikan sebagai salah satu syarat kelulusan karena melatih siswa untuk melakukan penelitian sederhana, mengolah data, serta menyampaikan hasilnya secara akademis. Melalui KTI, siswa belajar tidak hanya menulis, tetapi juga meneliti, menganalisis, dan menyimpulkan suatu permasalahan secara ilmiah.
KTI merupakan salah satu program kerja tahunan SMA Dominikus Wonosari. Program ini tidak hanya menjadi wadah bagi siswa untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka, tetapi juga menjadi salah satu syarat kelulusan yang harus dipenuhi oleh peserta didik kelas XII. Pada tahun ajaran 2025-2026 ini, rangkaian sidang KTI dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu sidang tertutup dan sidang terbuka.
Sidang tertutup yang dilaksanakan pada Jumat, 20 Februari 2026, diikuti oleh beberapa siswa.secara bergiliran di hadapan dewan penguji. Dalam suasana yang lebih formal dan mendalam, para siswa mempresentasikan hasil penelitian mereka, mulai dari latar belakang masalah, rumusan masalah, metode penelitian, hingga simpulan dan saran. Dewan penguji memberikan berbagai pertanyaan kritis untuk menguji pemahaman siswa terhadap topik yang diangkat. Tahap ini menjadi momen penting bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta penguasaan materi penelitian yang telah mereka susun selama satu semester.
Kegiatan dilanjutkan dengan sidang terbuka pada Senin, 23 Februari 2026 untuk beberapa siswa yang mengumpulkan persyaratan tidak tepat waktu. Sidang terbuka ini dihadiri oleh guru, karyawan, dan siswa kelas lain. Dalam kesempatan ini, beberapa perwakilan siswa mempresentasikan karya terbaik mereka di hadapan audiens yang lebih luas. Suasana sidang terbuka berlangsung khidmat namun tetap penuh semangat. Para peserta tidak hanya memaparkan hasil penelitian, tetapi juga belajar menyampaikan gagasan secara komunikatif dan percaya diri di depan publik.
Ruang Fra Angelico menjadi tempat bersejarah bagi para siswa kelas XII. Pelaksanaan sidang terbuka tampak tertata rapi dan mendukung suasana akademik. Kegiatan ini mencerminkan budaya ilmiah yang terus dikembangkan di SMA Dominikus Wonosari, yaitu membiasakan siswa untuk berpikir sistematis, meneliti secara mandiri, serta mempertanggungjawabkan hasil karyanya secara akademis.
Melalui program sidang KTI ini, sekolah berharap siswa tidak hanya lulus secara administratif, tetapi juga memiliki bekal keterampilan penelitian, kemampuan berbicara di depan umum, serta sikap tanggung jawab terhadap karya ilmiah yang dihasilkan. Dengan demikian, sidang KTI menjadi lebih dari sekadar syarat kelulusan, melainkan juga proses pembelajaran bermakna yang mempersiapkan siswa menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
